Rabu, 22 Juni 2011

Ulang Tahun Jakarta ke 484

assalammualaikum

Wuuiihh Jakarta genap 484 tahun sekarang, selamat ya Jakarta, Happy Birthday dari gw semoga panjang umur ( akan terus ada kota Jakarta) sehat selalu ( terhindar dari gempa, tanah longsor, banjir, polusi udara, radiasi matahari dan hal-hal negative lain nya ) amiinn


hhmm mumpung ulang tahun boleh dong ya gw berkomentar tentang Jekarda alias Jakarta hehehe, sebelum nya permisi buat para pejabat daerah maupun pemerintah pusat sekedar saran dari ane nih hehehe. Jakarta itu indah sebenernya apalagi didaerah-daerah protokol nya gak kalah sama ibu kota di luar sana lah pokoknya, tapi begitu datang sang kemacetan menurut gw Jakarta indah nya waktu malem doang, tapi sekarang gara-gara si kemacetan juga, Jakarta malem-malem jadi gak indah, banyak banget pembangunan infrastruktur buat menunjang mobilitas warganya, ya tapi tak apalah kan untuk kebaikan bersama. Masalah inti Jakarta tuh itu MACET. entah dari mana aja ada tuh kendaraan gw aja sampe kadang gak tau itu huruf depan plat kendaraan dari daerah mana, tolong bapak-bapak pejabat daerah dan pemerintah pusat, percepat lah proses-proses "di balik layar" pembangunan Jakarta ini jangan dibikin senjata politik buat terpilih jadi gubernur dan walikotanya, setiap pemilihan ada saja prasarana menghadapi kemacetan dan banjir yang baru, ya mbok yang sudah-sudah dulu dilanjutkan dikembangkan, jangan jadi "sampah jalanan" terbengkalai begitu saja tanpa ada kejelasan, cuma ngerusak Indah nya Ibu Kota negara tercinta kita ini doang, begitu ganti pimpinan daerah ada lagi proker-proker baru, proker musuh nya pas PILKADA alias gubernur sebelumnya dibiarin aja tuh, ayo kita saling membantu membangun Jakarta yang kita dambakan jangan cuma ajang mencari uang, kasian cucu kita nanti kalau mesti menerima kenyataan kota nya hancur oleh ulah generasi sebelum dia, mending kalau hancur nya gara-gara perang melawan penjajah, ada terhormatnya, nah ini hancur sama orang kita sendiri, gak malu apa ya. mari saling membantu para pemimpin daerah terdahulu dan seterusnya membangun Jakarta yang kita impikan.

kalau saran ane buat KEPOLISIAN dan DISHUB khususnya daerah Jakarta kita tercinta ini. ayolah pak jangan buta sama uang, yang melanggar ya dihukum ditilang diadili jangan takut karena jabatan seseorang dan takluk sama uang, uang insya Allah dimudahkan pak oleh-Nya kalau bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian mau berkerja keras dan ihklas mencarinya. jangan cuma pejabat yang dikawal, mending ngawalnya sopan, sudah banyak kejadian iring-iringan pejabat yang gaji, biaya transportasi, makan sehari-hari dan semuanya DIBAYAR OLEH RAKYAT tetapi RAKYAT juga yang menjadi korban tabrak larilah, salah prosedur lah, akibat kondisi cuacalah padahal terang. saya pernah lihat didaerah depan Plaza Semanggi, iring-iringan pejabat MENGUSIR AMBULANCE dari jalannya, padahal itu ambulance sudah ikut ngantri macet-macetan padahal itu jam pulang kantor, lebih penting kah pejabat yang ingin pulang kerumah daripada seorang yang terbaring lemas didalam ambulance? kirain gw itu tadinya ambulance-nya mau diajak konvoi gitu, taunya diusir dan ditinggalin.dan bagi bapak-bapak dan ibu-ibu petugas lalulintas, mohon lebih ditertibkan kembali para pengguna jalan nya, masih ada yang menerobos traffic light masuk jalur transjakarta bahkan masuk jalur pejalan kaki, emang apa salahnya ya menunggu menganteri? mesti harus dan wajibkah wahai engkau yang seperti itu? mau pake alesan "sudah terlambat sih jadi buru-buru" anda yang salah karena berangkat telat, orang lain yang harus merasakan keegoisan anda? kalau gak mau telat ya berangkat lebih awal, ayolah kita semua yang berkendara pastinya sudah dewasa semua karena pengambilan SIM harus diatas 16 tahun (untuk pelajar) buang jauh-jauh ego kalian, pikirkan kebersamaan, biarpun POLRI menggodok UU-Lalu Lintas semodern mungkin, kalau dari kitanya para pengguna yang gak sadar, gak akan berhasil, sekali lagi demi Jakarta yang kita idam-idamkan. bisa kok kalian bersabar menunggu traffic light, saling berbagi menggunakan jalan itu indah. dan untuk aparatnya jangan lagi mau dibayar atau "damai ditempat". buat DISHUB nih, tolong pak lebih ditertibkan lagi kendaraan-kendaraan yang diperuntukan untuk mengangkut barang maupun penumpang, yang asap nya sudah keterlaluan tolong ditindak, bapak-bapak yang patroli enak pake mobil gak kerasa, kami pengendara motor pak sangat-sangat amat terganggu dengan gas buang (emisi) dari kendaraan-kendaraan tersebut, tolong lebih intensifkan penertibannya pak. dan soal supir angkot mohon bisa lebih diperketat lagi pak, jangan yang baru bisa injak pedal gas sudah langsung bisa bawa angkot / metromini / kopaja, kasihan para korban tabrak lari yang sudah banyak terjadi. karena sopirnya yang ugal-ugalan, ngetem sembarangan.
untuk keseluruhan, tolonglah perhatikan daerah sekitar jangan cuma tertib di daerah protokol, ditertibkan hanya daerah protokol kami semua membayar pajak untuk kalian, dan jangan pula kalian larikan uang pajak kami. sekian postingan saya "Cerita Tentang Ulang Tahun Jakarta ke 484", terima kasih telah menyempatkan diri untuk mampir ke blog saya

DIRGAHAYU JAKARTA YANG KE 484, JAYA TERUS MAJU TERUS JAKARTA
I LOVE JAKARTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar